Deteksi Dini Gangguan Kamtib, Lapas Serang Lakukan Sidak Kamar Hunian Warga Binaan

By Zulfikar Rohim

SERANG – Menindaklanjuti arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan terkait deteksi dini gangguan kamtib dan penanganan peredaran narkotika dalam Lapas, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Serang kembali melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) pada blok hunian Warga Binaan. Minggu (09/06)

Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas, Dudi Anggriyono menyampaikan arahan kepada petugas yang akan melakukan sidak “Dalam kegiatan sidak pagi ini, laksanakan tugas sebagaimana mestinya dan Perlakukan warga binaan secara manusiawi. Sasaran kita adalah barang – barang terlarang beredar di Lapas/Rutan baik itu Narkotika, benda tajam serta benda lainnya yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban Lapas” ujar Ka.KPLP

Kegiatan yang dimulai pukul 14.00 WIB ini melibatkan Tim Satops Patnal Lapas Serang yang dipimpin langsung oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas, Dudi Anggriyono. Adapun petugas ditugaskan untuk menyisir Blok C, dan Blok D di Lapas Serang, dalam kegiatan sidak petugas tidak menemukan adanya Narkoba, namun mengamankan beberapa barang yang dilarang beredar di Lapas seperti Senjata Tajam, Handphone, peralatan makan minum terbuat dari besi dan benda terlarang lainnya.

Usai pelaksanaan sidak, Kepala Lapas Kelas IIA Serang, Fajar Nur Cahyono menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen Lapas Serang dalam rangka pencegahan peredaran narkoba dan barang terlarang di lingkungan Lapas Kelas IIA Serang.

“Kami terus tingkatkan upaya penggeledahan, jadi setiap orang maupun petugas yang masuk harus digeledah secara cermat juga termasuk barang bawaannya, upaya pencegahan dengan penggeledahan kamar – kamar hunian yang dilakukan secara berkala oleh petugas lapas itu sendiri. Kegiatan yang kami laksanakan secara serentak ini atas arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan, jadi arahannya setiap Lapas/ Rutan harus melakukan tindakan deteksi dini gangguan kamtib, penanganan peredaran narkotika dalam lapas. Penggeledahan dilakukan untuk membuktikan kepada masyarakat bahwa tidak ada pembiaran terhadap beredarnya Narkoba di Lapas/ Rutan”, Tandasnya.

(ZR)